BOJONEGORO – Dalam rangka memanjatkan rasa syukur sekaligus melestarikan adat budaya leluhur, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro, menggelar rangkaian acara Umbul Dungo 2026. Kegiatan adat yang dikemas menyerupai tasyakuran akbar ini berlangsung khidmat dan meriah selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 11 hingga 12 Juni 2026.

Dengan mengusung slogan penuh harapan, "Mugi warga Kepatihan tansah guyub, pinaringan syukur lan rezeki barokah melimpah" (Semoga warga Kepatihan selalu rukun, diberikan rasa syukur, dan rezeki yang berkah melimpah), acara ini berhasil menyatukan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pamong pemerintahan.

Rangkaian acara sakral ini dimulai pada Kamis, 11 Juni 2026, yang diisi dengan agenda bernuansa religius dan kultural. Sejak pagi, masyarakat khusyuk mengikuti kegiatan Khotmil Qur'an, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi Ndungo Cungkup sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para leluhur Kelurahan Kepatihan.

Memasuki hari kedua pada Jumat, 12 Juni 2026, suasana Kelurahan Kepatihan semakin semarak dengan diadakannya Kirab Tumpeng Pitu (Tujuh Tumpeng). Prosesi kirab ini menjadi simbol kemakmuran dan gotong royong warga, sebelum akhirnya memasuki acara puncak Umbul Dungo.

Yang menjadi daya tarik utama pada puncak acara Umbul Dungo adalah digelarnya Festival Seribu Serabi Khas Kepatihan. Kuliner tradisional serabi yang selama ini menjadi ikon jajanan lokal Kelurahan Kepatihan disajikan secara masif dan dinikmati bersama-sama oleh seluruh hadirin.

Selain melestarikan kuliner lokal, acara ini juga menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar. Pihak panitia melibatkan para pelaku UMKM lokal Bojonegoro yang ikut memeriahkan acara dengan mendirikan berbagai stand produk unggulan di sepanjang lokasi kegiatan.

Acara berskala kelurahan ini mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.  Kemeriahan acara ini semakin terasa istimewa dengan hadirnya Wakil Bupati Bojonegoro bersama jajaran Forkopimcam mulai dari Camat, Sekcam, Kapolsek, hingga Danramil yang melebur bersama Lurah Kepatihan dan ribuan warga dalam suasana penuh kebersamaan

Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan pentingnya sinergi antara umaro (pemerintah), ulama, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan budaya serta mempererat tali silaturahmi di tingkat akar rumput.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar wilayah Kelurahan Kepatihan pada khususnya, dan Kabupaten Bojonegoro pada umumnya, selalu dijauhkan dari marabahaya serta dilimpahi kemakmuran.

(BM)


By Admin
Dibuat tanggal 15-06-2026
55 Dilihat