BOJONEGORO — Kelompok 20 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur melakukan peresmian Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa fasilitas kran air wudhu dengan sistem filtrasi bertingkat di Pemakaman Ki Andong Sari Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro pada Jumat, 7 Agustus 2026. Inovasi tersebut dirancang untuk memanfaatkan kembali air bekas wudhu yang sebelumnya langsung terbuang ke tanah.

Pembuatan teknologi ini berawal dari hasil observasi mahasiswa KKN Kelompok 20 terhadap fasilitas air wudhu. “Fasilitas air untuk wudhu masih memiliki keterbatasan dan air bekas wudhu yang dihasilkan belum dimanfaatkan kembali,” tutur Donny.

Berangkat dari masalah tersebut, teknologi ini dibuat dengan konsep sederhana yang mudah digunakan dan dirawat oleh masyarakat atau pengelola pemakaman. “Air yang sebelumnya langsung terbuang ke tanah ditampung dan dialirkan melalui beberapa tahapan penyaringan menggunakan media filtrasi, kemudian air hasil penyaringan dimanfaatkan kembali,” ujar Donny selaku perwakilan mahasiswa kelompok KKN 20.

Donny menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan bekerja dengan mengalirkan air bekas wudhu menuju tempat penampungan awal. Air tersebut kemudian dipompa untuk melewati beberapa lapisan media filtrasi secara bertahap. Proses tersebut bertujuan untuk menyaring kotoran dan partikel yang terdapat dalam air.

Setelah melalui proses filtrasi, air ditampung kembali di dalam drum dan selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan nonkonsumsi di area pemakaman. “Air hasil penyaringan dapat digunakan untuk mencuci alat-alat yang digunakan dalam proses penggalian makam, menyiram makam, serta menyiram tanaman,” tambah Donny.

Pengerjaan fasilitas ini memakan waktu sekitar 22 hari dan dilakukan melalui beberapa tahapan. “Dimulai dari observasi, perancangan sistem, pengadaan bahan, pembuatan komponen, perakitan instalasi air sekaligus perubahan saluran air, dan ditutup dengan pemasangan dan pengujian alat,” jelasnya.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa menghadapi sejumlah tantangan terkait kondisi lahan yang sempit dan sistem instalasi air yang sebelumnya. “Salah satu kendala utama adalah sistem tempat wudhu yang sebelumnya menggunakan pompa air tanah sehingga diperlukan perubahan pada instalasi pipa serta penambahan tandon air,” ungkap Donny.

Dengan adanya pemanfaatan kembali air tersebut, mahasiswa berharap penggunaan sumber daya air di area pemakaman dapat menjadi lebih efisien. “Harapannya dapat mengurangi pemborosan air sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah secara terus-menerus,” pungkas Donny.

 


By Admin
Dibuat tanggal 18-08-2026
0 Dilihat