BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus bergerak cepat dalam membenahi infrastruktur wilayah perkotaan guna mengantisipasi permasalahan klasik musim hujan, yakni banjir dan genangan air akibat minimnya resapan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin langsung oleh jajaran Pemkab Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Pemerintah Kecamatan Bojonegoro.
Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat ini dipandu langsung oleh Asisten Daerah 2 Sekda Bojonegoro, Andik Sudjarwo, S.STP., M.Si, didampingi oleh Camat Bojonegoro, David Yudha Prasetya, S.T., MT, serta perwakilan dari Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro.
Pertemuan ini memfokuskan perhatian pada tiga isu krusial yang saling berkaitan di wilayah perkotaan Kecamatan Bojonegoro:
Dalam arahannya, Asisten Daerah 2, Andik Sudjarwo, menekankan pentingnya sinkronisasi data dan tindakan di lapangan antara dinas teknis dan pemerintah kecamatan selaku pemangku wilayah.
"Penyelesaian masalah banjir perkotaan tidak bisa parsial. Harus ada kejelasan status koordinasi tanah dan penataan drainase yang terintegrasi. Di sisi lain, penataan UMKM harus humanis; kita rapikan kotanya, tapi kita juga berikan ruang yang layak bagi pedagang untuk mencari nafkah," ujarnya.
Sementara itu, Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya menyatakan kesiapannya untuk mengawal hasil koordinasi ini di tingkat kelurahan dan desa. Pihak kecamatan akan aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan pedagang terkait rencana penataan ini, sekaligus memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan drainase darurat.
Melalui koordinasi intensif ini, diharapkan Dinas PU Cipta Karya dapat segera mengeksekusi perbaikan sistem resapan air kota, sehingga ancaman banjir di wilayah perkotaan Bojonegoro dapat ditekan seminimal mungkin pada masa mendatang.
(BM)