BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus bergerak cepat dalam membenahi infrastruktur wilayah perkotaan guna mengantisipasi permasalahan klasik musim hujan, yakni banjir dan genangan air akibat minimnya resapan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin langsung oleh jajaran Pemkab Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Pemerintah Kecamatan Bojonegoro.

Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat ini dipandu langsung oleh Asisten Daerah 2 Sekda Bojonegoro, Andik Sudjarwo, S.STP., M.Si, didampingi oleh Camat Bojonegoro, David Yudha Prasetya, S.T., MT, serta perwakilan dari Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro.

Pertemuan ini memfokuskan perhatian pada tiga isu krusial yang saling berkaitan di wilayah perkotaan Kecamatan Bojonegoro:

  • Koordinasi Tata Guna Tanah: Melakukan pemetaan kembali status dan fungsi lahan perkotaan guna memastikan pemanfaatannya sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berlaku.
  • Penanganan Banjir dan Sistem Resapan Air: Mencari solusi konkret penanganan genangan air di titik-titik rawan banjir perkotaan. Dinas PU Cipta Karya bersama pihak kecamatan mengevaluasi saluran drainase, kapasitas resapan air, serta normalisasi jaringan pembuangan air yang tersumbat.
  • Penataan dan Relokasi Pedagang UMKM: Merumuskan formula terbaik untuk merelokasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menempati area fasilitas umum atau zona larangan. Langkah ini diambil agar tata kota menjadi lebih rapi tanpa mematikan roda ekonomi masyarakat.

Dalam arahannya, Asisten Daerah 2, Andik Sudjarwo, menekankan pentingnya sinkronisasi data dan tindakan di lapangan antara dinas teknis dan pemerintah kecamatan selaku pemangku wilayah.

"Penyelesaian masalah banjir perkotaan tidak bisa parsial. Harus ada kejelasan status koordinasi tanah dan penataan drainase yang terintegrasi. Di sisi lain, penataan UMKM harus humanis; kita rapikan kotanya, tapi kita juga berikan ruang yang layak bagi pedagang untuk mencari nafkah," ujarnya.

Sementara itu, Camat Bojonegoro David Yudha Prasetya menyatakan kesiapannya untuk mengawal hasil koordinasi ini di tingkat kelurahan dan desa. Pihak kecamatan akan aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan pedagang terkait rencana penataan ini, sekaligus memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan drainase darurat.

Melalui koordinasi intensif ini, diharapkan Dinas PU Cipta Karya dapat segera mengeksekusi perbaikan sistem resapan air kota, sehingga ancaman banjir di wilayah perkotaan Bojonegoro dapat ditekan seminimal mungkin pada masa mendatang.

(BM)

 


By Admin
Dibuat tanggal 14-07-2026
0 Dilihat