BOJONEGORO – Dalam upaya mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan berbasis keunggulan lokal, Pemerintah Kecamatan Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Desa dan Kelurahan Se-Kecamatan Bojonegoro pada Senin (3/8).

Rapat yang berlangsung di Aula Kecamatan Bojonegoro ini dipimpin langsung oleh Camat Bojonegoro dan menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dihadiri secara penuh oleh seluruh Lurah dan Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Bojonegoro.

Dalam sambutan pembukanya, Camat Bojonegoro menekankan pentingnya komitmen bersama di tingkat desa dan kelurahan untuk melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, inovasi bukan sekadar pemanfaatan teknologi tinggi, melainkan solusi kreatif dan aplikatif atas permasalahan nyata yang dihadapi warga sehari-hari.

"Setiap desa dan kelurahan memiliki tantangan serta potensi yang berbeda. Rapat koordinasi ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi, menggali potensi, serta menyusun langkah konkret agar setiap unit pemerintahan terbawah mampu melahirkan inovasi pelayanan yang adaptif dan akuntabel," ujar Camat Bojonegoro.

Kepala BRIDA Kabupaten Bojonegoro dalam pemaparannya memberikan apresiasi atas inisiatif Kecamatan Bojonegoro dalam mengonsolidasikan seluruh lini pemerintahan desa dan kelurahan. BRIDA siap memberikan pendampingan teknis, mulai dari tahapan penjaringan ide, pemetaan potensi keberlanjutan, hingga legalisasi dan pendaftaran indeks inovasi daerah.

Beberapa poin krusial yang dipaparkan oleh Kepala BRIDA meliputi:

  1. Pemetaan Indeks Inovasi Daerah: Pentingnya pencatatan dan pelaporan inovasi secara terstruktur agar masuk dalam penilaian Innovative Government Award (IGA).
  2. Replikasi Inovasi: Mengidentifikasi inovasi sukses dari wilayah lain yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik desa/kelurahan di Kecamatan Bojonegoro.
  3. Keberlanjutan Program: Memastikan inovasi yang dirancang didukung oleh regulasi lokal (Keputusan Kades/Lurah) dan alokasi anggaran yang memadai.

Kehadiran jajaran Lurah dan Kades dalam rakor ini menunjukkan antusiasme serta kesiapan wilayah dalam mendukung percepatan gerakan inovasi daerah. Diskusi interaktif mewarnai sesi tanya jawab, di mana para kepala wilayah menyampaikan berbagai gagasan awal, mulai dari digitalisasi administrasi pelayanan tingkat RT/RW, pengelolaan sampah berbasis komunitas, hingga penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi BUMDes.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Bojonegoro dapat segera merumuskan minimal satu inovasi unggulan di wilayahnya masing-masing demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang responsif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


By Admin
Dibuat tanggal 06-08-2026
0 Dilihat