BOJONEGORO — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro membuka Lomba Esai 2026 dengan tema “Menelusuri Jejak Sejarah Desa di Kabupaten Bojonegoro”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggali, mengkaji, dan menuangkan cerita serta nilai sejarah desa dalam bentuk karya tulis.
Lomba esai tersebut terbuka bagi masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bojonegoro dengan usia minimal 13 tahun saat pendaftaran. Peserta dapat mengikuti lomba secara perorangan maupun kelompok dengan jumlah maksimal tiga orang.
Dalam ketentuannya, peserta wajib memilih satu subtema yang tersedia dalam petunjuk teknis lomba. Peserta juga diwajibkan melampirkan kartu pelajar dan/atau surat keterangan aktif dari sekolah. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu judul esai.
Panitia menetapkan sejumlah kriteria penilaian, meliputi format esai, kreativitas gagasan, topik yang dikemukakan, serta kemampuan analisis, sintesis, dan penyimpulan. Karya yang dikirimkan harus asli dan belum pernah dipublikasikan. Ketentuan lomba juga menegaskan bahwa plagiarisme, pemalsuan data, maupun bentuk kecurangan lainnya dapat berujung pada pengurangan nilai hingga diskualifikasi.
Selain menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengenal sejarah lokal, lomba ini juga menawarkan total hadiah sebesar Rp10 juta bagi para pemenang.
Pengiriman karya dibuka mulai 14 September hingga 14 Oktober 2026. Informasi pendaftaran dan petunjuk teknis dapat diakses melalui tautan yang tercantum pada poster resmi Lomba Esai 2026.
Melalui lomba bertema sejarah desa ini, masyarakat Bojonegoro diajak untuk tidak hanya mengenal sejarah daerahnya, tetapi juga mendokumentasikan berbagai cerita, peninggalan, dan nilai-nilai sejarah yang berkembang di desa-desa Kabupaten Bojonegoro dalam bentuk karya tulis.
Bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap sejarah lokal dan dunia kepenulisan, Lomba Esai 2026 ini menjadi kesempatan untuk mengangkat kisah sejarah desa sekaligus memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas.
(BM)