BOJONEGORO – Dalam upaya mendukung optimalisasi pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat, telah dilaksanakan kegiatan survey lapangan terkait pengajuan proposal bantuan armada roda 3 (Tosa) untuk operasional Bank Sampah "Tangguh" Desa Pacul. Survey ini dilaksanakan pada Senin (14/9/2026) dan berlokasi langsung di pusat pengelolaan bank sampah yang berada di Jalan Serma Abdullah, Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro.
Kehadiran Bank Sampah "Tangguh" merupakan salah satu wujud inovasi cerdas dari Pemerintah Desa (Pemdes) Pacul. Tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, keberadaan bank sampah ini dirancang untuk dapat meringankan beban kewajiban warga. Sampah yang dikumpulkan dan disetorkan oleh masyarakat yang menjadi nasabah, nantinya dapat dikonversikan untuk membantu pembayaran atau meringankan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mereka.
Sejak resmi aktif beroperasi pada 23 Juli 2026 lalu, antusiasme masyarakat Desa Pacul terbilang tinggi. Namun, kelancaran operasional ini bukannya tanpa kendala.
Untuk memaksimalkan pelayanan, pengelola bank sampah menerapkan sistem jemput bola ke rumah-rumah warga. Sayangnya, hingga saat ini Bank Sampah "Tangguh" belum memiliki kendaraan operasional sendiri. Pengelola harus meminjam armada milik Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) Desa Pacul dengan prosedur mengajukan surat permohonan resmi secara tersurat kepada pengelola KDMP setiap kali akan melakukan penjemputan sampah.
Oleh karena itu, pengajuan proposal bantuan armada roda 3 (Tosa) ini diharapkan dapat segera terealisasi. Adanya armada operasional mandiri diyakini akan mempercepat mobilitas penjemputan sampah, meningkatkan jumlah nasabah, dan pada akhirnya menyukseskan program inovasi bayar PBB pakai sampah demi kesejahteraan warga Desa Pacul.
(BM)