BOJONEGORO – Pemerintah Kecamatan Bojonegoro menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong tata kelola pemerintahan berbasis digital dan transparansi data. Melalui inovasi unggulannya yang bertajuk "SIDAK BOJO" (Sistem Data Kecamatan Bojonegoro), Kecamatan Bojonegoro resmi ambil bagian dalam ajang kompetisi Bojonegoro Innovative Award (BIA) yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro.
Keikutsertaan ini dimotori oleh Tim Inovasi Kecamatan Bojonegoro yang dikomandoi langsung oleh Camat Bojonegoro, David Yudha Prasetya, ST., MT. Didampingi oleh jajaran tim kreatif dan pengelola data, yaitu Anggun Nirwana Devi, SH., Bella Maulidina, S.I.P., serta Novan Ikkawanto, tim ini mematangkan persiapan untuk mempresentasikan sistem digital yang terintegrasi penuh guna mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan akurat.
Inovasi Sidak Bojo sendiri dikembangkan sebagai solusi atas kebutuhan satu data (single data) tingkat kecamatan. Platform ini dirancang untuk memuat berbagai instrumen data penting secara komprehensif, di antaranya:
Data Laporan Kependudukan dari masing-masing desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Bojonegoro.
Data Geospasial guna memudahkan pemetaan wilayah dan sebaran infrastruktur.
Data Program Strategis Pemkab Bojonegoro, yang mencakup monitoring dan transparansi penerima manfaat bantuan program pemerintah seperti ayam petelur, domba, hingga kolega.
Camat Bojonegoro, David Yudha Prasetya, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang BIA ini bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan bentuk ikhtiar nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel berbasis pemanfaatan teknologi informasi.
"Melalui Sidak Bojo, kami ingin memastikan bahwa seluruh data kependudukan hingga penyaluran program Pemkab Bojonegoro dapat terintegrasi dengan baik. Hal ini akan mempermudah pimpinan dalam mengambil kebijakan secara cepat, tepat, dan sasaran," ungkap David.
Dengan hadirnya inovasi Sidak Bojo di ajang BIA BRIDA Kabupaten Bojonegoro ini, Kecamatan Bojonegoro berharap dapat menjadi role model atau inspirasi bagi wilayah lain dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, akurat, dan berbasis data terpadu (evidence-based policy).
(BM)