BOJONEGORO – Dalam upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan tingkat desa dan kelurahan, Kejaksaan Agung RI, ABPEDNAS, Perisai Syarikat Islam resmi meluncurkan Lomba Film Pendek Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). Kompetisi ini mengajak para perangkat desa untuk memvisualisasikan semangat pencegahan korupsi melalui karya seni digital. 7 Desa dilingkup Kecamatan Bojonegoro melaksanakan zoom bimbingan teknis Jaksa Garda Desa bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di Pendopo Kecamatan Bojonegoro. (Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, 19/12/2025)
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kreativitas, melainkan sarana edukasi publik untuk memastikan pengelolaan keuangan desa berjalan sesuai aturan dan bebas dari penyimpangan. Tujuan lomba Jaksa Garda Desa Adalah untuk menyalurkan aspirasi desa, Menggali potensi desa melalui media audio-visual, Meningkatkan literasi media sosial, Mempromosikan wisata, budaya, adat, pangan dan Mendukung program JAGA DESA dan Asta Cita Presiden.
Panitia penyelenggara menetapkan tiga sub-tema krusial yang menjadi landasan bagi para peserta dalam menyusun naskah film mereka:
Jaga Desa, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan Bebas Penyimpangan: Fokus pada sistem birokrasi yang bersih. Jaga Desa “Optimalisasi Pencegahan Penyalahgunaan Dalam Pengelolaan Keuangan Desa”: Menekankan pada langkah-langkah preventif agar dana desa tepat sasaran. Program Jaga Desa Efektif Tekan Praktik Korupsi Keuangan Desa: Mengangkat keberhasilan program Jaga Desa dalam menciptakan lingkungan yang jujur.
Desa yang ingin berpartisipasi, pendaftaran dan pengiriman karya dibuka selama dua bulan penuh untuk memberikan waktu produksi yang maksimal Desember 2025 hingga Januari 2026.
Dewan juri akan menilai karya peserta berdasarkan tiga aspek utama guna memastikan film yang dihasilkan tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki kedalaman pesan:
|
Aspek Penilaian |
Bobot |
Deskripsi |
|
Kualitas Kreatif & Artistik |
40% |
Orisinalitas ide, estetika visual, dan keunikan penceritaan. |
|
Pesan & Relevansi |
40% |
Kesesuaian dengan sub-tema dan kekuatan pesan anti-korupsi. |
|
Kualitas Produksi |
20% |
Teknis pengambilan gambar (sinematografi), tata suara, dan editing. |
Lomba ini terbuka bagi seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro termasuk 7 Desa dibawah Kecamatan Bojonegoro yang ingin berkontribusi bagi kemajuan daerahnya. Masyarakat diharapkan dapat segera menyiapkan tim, melakukan riset terkait tata kelola desa, dan mulai memproduksi karya terbaik mereka sebelum tenggat waktu di Januari 2026. (Belladina)