BOJONEGORO – Pemerintah Kecamatan Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral guna memetakan permasalahan strategis di 18 desa dan kelurahan sewilayah kecamatan kota. Pertemuan ini menjadi wadah bagi para kepala desa, lurah, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah serta perkembangan program unggulan daerah. (5/3/2026)
Acara yang dipimpin oleh pihak Kecamatan Bojonegoro ini berlangsung dinamis dengan fokus utama pada sinkronisasi kebijakan pemerintah kabupaten dengan kebutuhan riil di tingkat akar rumput. Tujuannya adalah agar hasil pelaksanaan kegiatan riset dan inovasi nantinya dapat tepat sasaran serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Penyusunan perencanaan ini berpijak pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025-2029. Terdapat enam isu strategis yang menjadi fokus utama dalam inventarisasi masalah kali ini, yaitu:
1. Pengentasan kemiskinan yang terintegrasi serta perlindungan sosial.
2. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar serta infrastruktur pendukung ekonomi.
3. Pengarusutamaan gender, perlindungan anak, dan peningkatan kualitas keluarga.
4. Peningkatan produktivitas dan nilai tambah ekonomi daerah.
5. Kelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan terhadap bencana.
6. Tata kelola pemerintahan yang bersifat adaptif dan kolaboratif
Para Kepala Desa dan Lurah diminta hadir dengan membawa data atau isu permasalahan spesifik dari wilayah masing-masing. Data tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam form lampiran yang mencakup rincian program prioritas, latar belakang masalah, hingga lokasi spesifik isu tersebut muncul.
Salah satu poin utama dalam rakor ini adalah penanganan masalah banjir yang masih menjadi kekhawatiran warga di beberapa titik kelurahan dan desa. Warga melalui perwakilan desa/kelurahan menyampaikan urgensi perbaikan drainase dan normalisasi saluran air guna mengantisipasi genangan saat intensitas hujan tinggi.
Selain membahas isu infrastruktur, forum ini juga menjadi ajang evaluasi tiga program inovasi ketahanan pangan yang tengah digencarkan di wilayah Bojonegoro yakni, Gayatri, Domba Kesejahteraan dan KOLEGA (Kolam Lele Keluarga).
Camat Bojonegoro dalam arahannya menekankan bahwa rakor ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen untuk memastikan setiap keluhan warga terdokumentasi dan ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
Dengan adanya koordinasi yang solid ini, diharapkan permasalahan strategis di wilayah Kecamatan Bojonegoro dapat segera terurai, sekaligus mempercepat realisasi program-program kesejahteraan yang telah dicanangkan pemerintah daerah.
(BM)