BOJONEGORO – Pemerintah Kecamatan Bojonegoro terus bergerak cepat dalam mengimplementasikan program lingkungan hidup yang dicanangkan oleh Bupati Bojonegoro. Salah satu fokus utamanya adalah gerakan pembuatan lubang resapan biopori secara masif di seluruh wilayah kelurahan dan desa se-Kecamatan Bojonegoro. (10/4/2026)
Program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah genangan air di wilayah perkotaan, sekaligus meningkatkan cadangan air tanah bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Camat Bojonegoro menegaskan bahwa gerakan biopori ini merupakan instruksi langsung dari Bupati guna mewujudkan Bojonegoro yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Peran aktif dari seluruh Kepala Desa (Kades), Lurah, serta jajaran perangkat desa sangat menentukan keberhasilan program ini di lapangan.
"Kami menerjemahkan visi Bupati dalam pelestarian lingkungan melalui aksi nyata. Biopori adalah solusi cerdas yang murah dan mudah, namun memberikan dampak luar biasa untuk serapan air hujan dan kesuburan tanah," jelas pihak kecamatan.
Melalui koordinasi antara staf pemerintahan kecamatan dengan para staf operator kelurahan dan desa, edukasi mengenai manfaat biopori terus dilakukan. Program Bupati ini menekankan dua fungsi utama:
Pelaksanaan di lapangan dipantau langsung oleh Sekretaris Lurah (Seklur) dan Sekretaris Desa (Sekdes) bersama perangkat desa setempat. Mereka memastikan setiap titik fasilitas umum, kantor pemerintahan, hingga area pemukiman warga mulai dilengkapi dengan lubang-lubang resapan ini.
Dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait memudahkan para perangkat di tingkat bawah untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan lubang biopori yang benar secara teknis.
Melalui program ini, Bupati Bojonegoro berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan meningkat secara mandiri. Dengan lubang biopori yang tersebar luas, Kecamatan Bojonegoro diharapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi yang maju, tetapi juga menjadi wilayah yang asri dan tanggap terhadap tantangan iklim.
Dengan gotong royong antara pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan dalam mengawal program Bupati ini, keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat terjaga untuk generasi mendatang.
(BM)